Assalamu'alaikum.Wr.Wb salam ukuwah sdrq.Kami dr pihak pengembang mengucapkan selamat datang ke blog kami.Smga dpt bermanfaat bgi kami khususna dan anda pd umumnya. Kami mengharap dgn blog ini dpt menambah sodara dan teman.Jazzakillah khoiron katsiro.Wassalamu'alaikum.Wr.Wb
Sabtu, 05 Juni 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Selasa, 25 Mei 2010
Melati itu SMAKIN HARUM mewangi
Cerita inspirasi;
Melati Itu Semakin Harum Mewangi
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 2:216)
-----------------------------------
Semua telah berakhir, Nisa!
Aku harus menerima kenyataan bahwa dia bukanlah
untukku! Walau terkadang aku masih berharap Allah akan merubah segalanya.. Namun kecintaanku kepada_Nya membuat aku yakin bahwa ini adalah yang terbaik yang diberikan_Nya!..
Sebenarnya aku menaruh harapan besar pada hamba Allah
yang sholeh itu.. Untuk menjadi sahabat yang dapat kuajak bersama mengelilingi perputaran roda ini. Bagaikan Matahari dan Bulan yang silih berganti menerangi alam.. Menjadi khalifah (pemimpin) bagi insan taqwa di bumi Allah!..
Namun sekali lagi aku sadar.. Apa yang menurutku baik belum tentu baik menurut_Nya. Aku tidak tahu apa-apa, sedangkan Allah Maha Mengetahui segalanya!
Yang terpenting bagiku, menjalani hidup ini bagai arus air yang mengalir, jika sudah tiba saatnya nanti, Insya Allah!
Kata-kata mutiara itu meluncur deras dari bibir Ayuning. Tak ada kesedihan ataupun kekecewaan di sana, melainkan ketegaran!.. Setiap keinginan dan perbuatannya hanya dilandasi untuk mengharap keridhaan Allah, begitu juga dalam
menghadapi setiap persoalan, ia tak banyak berkeluh kesah melainkan senantiasa tabah dan berusaha menemukan rahasia dibalik cobaan Allah!.
Apakah pemuda itu tahu perasaanmu, Ayu?, tanya Nisa
Ayuning tersenyum.
Ia tahu, Nisa.., dari perbincangan kami yang panjang, dari persahabatan kami yang cukup lama. Aku yakin ia juga merasakan hal yang sama, tapi sudahlah.. Pemuda itu lebih dahulu mengenal wanita itu daripadaku.. Ia juga memutuskan untuk menikahinya karena petunjuk Allah.. Semoga Allah memberkahi pernikahannya dan melimpahkan keberkahan atas pernikahannya.
Nisa meng-aminkan.
Mungkin wanita itu lebih baik dan lebih taqwa dariku, ya Nisa?
Sebelum sempat Nisa berkomentar, Ayu telah meralat
ucapannya
Tapi bukankah yang berhak menilai baik dan taqwanya
seseorang hanyalah Allah?!..
Kamu benar, Ayu!..Nisa menambahkan. Kemudian ia
melirik jam tangan kecilnya. Sudah pukul 4 sore, Yu.., nanti kerumah Panti Asuhannya kemalaman.
Seperti biasa setiap awal bulan, Ayu minta ditemani
Nisa mengunjungi anak-anak yatim kesayangannya. Tidak
ada hal yang terindah dalam hidupnya kecuali melihat
wajah-wajah mungil itu tersenyum..
Ingin rasanya berbuat lebih banyak untuk mereka,
Nisa!..tetapi hanya ini yang bisa Ayu lakukan.. Anak-anak malang yang kehilangan kasih sayang itu menyambut Ayu dengan riang.. "Bunda Ayu datang..Bunda Ayu datang..!" Ayu senang sekali dipanggil Bunda, mereka mencium tangan Ayu. Ayu merangkul dan mencium mereka..satu-satu dibagiinnya kue cokelat. Nisa ikut membantu.
Bagaimana keadaanmu Aji? Irma? Kiki?...gimana sekolahnya?.. Rentetan pertanyaan terlontar dari bibir Ayu, seperti Ibu beneran saja. Kemudian ia bercerita tentang kisah Muhammad kecil yang diutus Allah sebagai Rasul untuk menerangi manusia dan alam semesta. Anak-anak manis itu ceria sekali mendengarkan cerita Ayuning.
Ketika tiba waktunya pulang, Ayu berkata pada Nisa
Semoga suatu saat nanti, Allah memperkenankanku
mengangkat seorang dari mereka untuk menjadi anak!
Aamiin. Ucap Nisa. Dalam bathinnya ia berkata
Subhanallah..
Dalam perjalanan pulang, Ayu minta Nisa singgah di
toko buah.
Kita berhenti sebentar, ya Sa?..Ayu mau beliin Bunda
buah, Beliau paling senang makan apel!..
Nisa menghentikan mobilnya.
Setelah sampai di rumah
Assalaamu'alaikum ...Wa'alaikumussalaam warahmatullaah
Bunda Ayu menyambut keduanya dengan senyuman. Sosok Nisa sudah tidak asing lagi baginya.
Mari masuk Nisa..
Iya tante, Nisa membalas senyum wanita mulia itu.
Ayu mencium tangan Bundanya, kemudian menyerahkan bungkusan apel. Bunda menerimanya dengan senyuman riang.
Ayu repot-repot aja.., katanya pada anaknya.
Kemudian Ayu mengajak Nisa ke tempat favorit keluarganya, taman bunga. Dengan riang ia mengambil peralatan untuk menyiram kembang-kembang kesayangan ibunya. Ditengah keasyikannya bekerja, Ayu kembali mengajak Nisa bicara.
Kesibukanku membuat aku kurang waktu memperhatikan
Bundaku, Nisa!.. Terkadang Ayu fikir hidup Ayu ini hanya merepotkan orangtua saja. Ingin rasanya senantiasa membuat mereka bahagia, tapi..hanya hal-hal kecil inilah yang bisa Ayu lakukan!..
Ayu terdiam sesaat, kemudian..
Sekarang Ayu mulai mengerti kenapa Allah belum mengizinkan Ayu menikah, Nisa.. Allah ingin Ayu mengabdi pada orangtua dulu..! Bukankah ridha orangtua merupakan ridha_Nya Allah? Ayu juga mulai memahami, bahwa Allah menghendaki Ayu masih sendiri, agar Ayu lebih menempa diri!, untuk menjadi seorang ibu di muka bumi ini!..
Subhanallah..walhamdulillaah..walaailaaha ilallah..wallaahu akbar..! (Nisa membathin), ia kagum pada kecerdasan sahabatnya membaca Firman Allah dan rahasia cobaan Allah. Tiba-tiba matanya tertegun melihat serumpun melati yang tumbuh subur di taman itu, dalam hati ia berkata.
Melati Itu Semakin Harum Mewangi, Ya Allah.. Aku memohon pada_Mu..Berikanlah yang terbaik bagi_Mu untuknya..
Aamiin, Ya Rabbal 'aalamiin
Billaahi taufiq walhidayah
Wassalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Ratna Dewi (wiwi_praty, Qalbu)
(orig!Nal,tnpa pengeditan.Smga brmanfaat..Thanks buat kang Aim bwt artkelna)
Melati Itu Semakin Harum Mewangi
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 2:216)
-----------------------------------
Semua telah berakhir, Nisa!
Aku harus menerima kenyataan bahwa dia bukanlah
untukku! Walau terkadang aku masih berharap Allah akan merubah segalanya.. Namun kecintaanku kepada_Nya membuat aku yakin bahwa ini adalah yang terbaik yang diberikan_Nya!..
Sebenarnya aku menaruh harapan besar pada hamba Allah
yang sholeh itu.. Untuk menjadi sahabat yang dapat kuajak bersama mengelilingi perputaran roda ini. Bagaikan Matahari dan Bulan yang silih berganti menerangi alam.. Menjadi khalifah (pemimpin) bagi insan taqwa di bumi Allah!..
Namun sekali lagi aku sadar.. Apa yang menurutku baik belum tentu baik menurut_Nya. Aku tidak tahu apa-apa, sedangkan Allah Maha Mengetahui segalanya!
Yang terpenting bagiku, menjalani hidup ini bagai arus air yang mengalir, jika sudah tiba saatnya nanti, Insya Allah!
Kata-kata mutiara itu meluncur deras dari bibir Ayuning. Tak ada kesedihan ataupun kekecewaan di sana, melainkan ketegaran!.. Setiap keinginan dan perbuatannya hanya dilandasi untuk mengharap keridhaan Allah, begitu juga dalam
menghadapi setiap persoalan, ia tak banyak berkeluh kesah melainkan senantiasa tabah dan berusaha menemukan rahasia dibalik cobaan Allah!.
Apakah pemuda itu tahu perasaanmu, Ayu?, tanya Nisa
Ayuning tersenyum.
Ia tahu, Nisa.., dari perbincangan kami yang panjang, dari persahabatan kami yang cukup lama. Aku yakin ia juga merasakan hal yang sama, tapi sudahlah.. Pemuda itu lebih dahulu mengenal wanita itu daripadaku.. Ia juga memutuskan untuk menikahinya karena petunjuk Allah.. Semoga Allah memberkahi pernikahannya dan melimpahkan keberkahan atas pernikahannya.
Nisa meng-aminkan.
Mungkin wanita itu lebih baik dan lebih taqwa dariku, ya Nisa?
Sebelum sempat Nisa berkomentar, Ayu telah meralat
ucapannya
Tapi bukankah yang berhak menilai baik dan taqwanya
seseorang hanyalah Allah?!..
Kamu benar, Ayu!..Nisa menambahkan. Kemudian ia
melirik jam tangan kecilnya. Sudah pukul 4 sore, Yu.., nanti kerumah Panti Asuhannya kemalaman.
Seperti biasa setiap awal bulan, Ayu minta ditemani
Nisa mengunjungi anak-anak yatim kesayangannya. Tidak
ada hal yang terindah dalam hidupnya kecuali melihat
wajah-wajah mungil itu tersenyum..
Ingin rasanya berbuat lebih banyak untuk mereka,
Nisa!..tetapi hanya ini yang bisa Ayu lakukan.. Anak-anak malang yang kehilangan kasih sayang itu menyambut Ayu dengan riang.. "Bunda Ayu datang..Bunda Ayu datang..!" Ayu senang sekali dipanggil Bunda, mereka mencium tangan Ayu. Ayu merangkul dan mencium mereka..satu-satu dibagiinnya kue cokelat. Nisa ikut membantu.
Bagaimana keadaanmu Aji? Irma? Kiki?...gimana sekolahnya?.. Rentetan pertanyaan terlontar dari bibir Ayu, seperti Ibu beneran saja. Kemudian ia bercerita tentang kisah Muhammad kecil yang diutus Allah sebagai Rasul untuk menerangi manusia dan alam semesta. Anak-anak manis itu ceria sekali mendengarkan cerita Ayuning.
Ketika tiba waktunya pulang, Ayu berkata pada Nisa
Semoga suatu saat nanti, Allah memperkenankanku
mengangkat seorang dari mereka untuk menjadi anak!
Aamiin. Ucap Nisa. Dalam bathinnya ia berkata
Subhanallah..
Dalam perjalanan pulang, Ayu minta Nisa singgah di
toko buah.
Kita berhenti sebentar, ya Sa?..Ayu mau beliin Bunda
buah, Beliau paling senang makan apel!..
Nisa menghentikan mobilnya.
Setelah sampai di rumah
Assalaamu'alaikum ...Wa'alaikumussalaam warahmatullaah
Bunda Ayu menyambut keduanya dengan senyuman. Sosok Nisa sudah tidak asing lagi baginya.
Mari masuk Nisa..
Iya tante, Nisa membalas senyum wanita mulia itu.
Ayu mencium tangan Bundanya, kemudian menyerahkan bungkusan apel. Bunda menerimanya dengan senyuman riang.
Ayu repot-repot aja.., katanya pada anaknya.
Kemudian Ayu mengajak Nisa ke tempat favorit keluarganya, taman bunga. Dengan riang ia mengambil peralatan untuk menyiram kembang-kembang kesayangan ibunya. Ditengah keasyikannya bekerja, Ayu kembali mengajak Nisa bicara.
Kesibukanku membuat aku kurang waktu memperhatikan
Bundaku, Nisa!.. Terkadang Ayu fikir hidup Ayu ini hanya merepotkan orangtua saja. Ingin rasanya senantiasa membuat mereka bahagia, tapi..hanya hal-hal kecil inilah yang bisa Ayu lakukan!..
Ayu terdiam sesaat, kemudian..
Sekarang Ayu mulai mengerti kenapa Allah belum mengizinkan Ayu menikah, Nisa.. Allah ingin Ayu mengabdi pada orangtua dulu..! Bukankah ridha orangtua merupakan ridha_Nya Allah? Ayu juga mulai memahami, bahwa Allah menghendaki Ayu masih sendiri, agar Ayu lebih menempa diri!, untuk menjadi seorang ibu di muka bumi ini!..
Subhanallah..walhamdulillaah..walaailaaha ilallah..wallaahu akbar..! (Nisa membathin), ia kagum pada kecerdasan sahabatnya membaca Firman Allah dan rahasia cobaan Allah. Tiba-tiba matanya tertegun melihat serumpun melati yang tumbuh subur di taman itu, dalam hati ia berkata.
Melati Itu Semakin Harum Mewangi, Ya Allah.. Aku memohon pada_Mu..Berikanlah yang terbaik bagi_Mu untuknya..
Aamiin, Ya Rabbal 'aalamiin
Billaahi taufiq walhidayah
Wassalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Ratna Dewi (wiwi_praty, Qalbu)
(orig!Nal,tnpa pengeditan.Smga brmanfaat..Thanks buat kang Aim bwt artkelna)
Senin, 03 Mei 2010
Minggu, 25 April 2010
Kisah inspiratif"SeSUCI HUMAIRAH" semoga bermanfaat.Amin
Sesuci Humaira
Hembusan bayu yang dingin bersama lautan yang membisu petang itu menyebabkan seorang usahawan muda, Firdaus namanya, mengenang kembali kisah silamnya yang penuh suka duka.
Humaira......begitulah nama seorang gadis yang amat dikasihinya 10 tahun lalu yang kini hanya tinggal kenangan.
Waktu pemeriksaan ujian masuk universitas yang akan mereka masuki itu hanya tinggal dua hari saja. Mereka telah berjanji untuk bersama-sama meneruskan pelajaran di sana dan bersama-sama memperoleh hasil yang cemerlang ke menara gading, impian mereka selama ini. Walaupun begitu, betullah kata pepatah, "Kusangkap panas sampai petang, rupanya hujan di tengah hari," bisik hati kecil Firdaus ketika mendapati dirinya gagal mendapat tempat di menara gading itu sedangkan Humaira berhasil dengan gemilang.
"Humairah...," kata Firdaus perlahan petang itu. "Sesungguhnya ada satu hal yang hendak Fir sampaikan dan semoga Humaira tidak mengecewakan Fir." Humaira yang tadinya masih dalam sedu sedan tangisnya karena kegagalan Firdaus, tiba-tiba terhenti lalu memandang wajah Firdaus dengan penuh keheranan.
"Sebenarnya, telah lama kusimpan perasaan ini, namun demi pelajaran kita dulu, kusimpan ia hingga hari ini. Humaira...sebelum kau ke menara gading, ingin kunyatakan bahwa aku terlalu menyayangi dirimu teman hidupku," kata Firdaus penuh harapan.
"Fir...apakah kata-kata itu datang dari hati Fir yang ikhlas ?" tanya Humaira ingin mendapatkan kepastian. "Ya, Humaira, semoga Humaira tidak mengecewakan Fir," sambung Firdaus lagi. Humaira tunduk malu tanda setuju.
Mereka pun mengikat tali pertunangan setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak keluarga dan akan melangsungkan perkawinan tiga tahun lagi, setelah Humaira menamatkan belajarnya di universitas.
Dalam usia setahun pertunangan mereka, hanya surat dan telefon yang menjadi penghubung antara mereka dan bertemu bila Humaira pulang liburan.
Masuk tahun kedua pertunangan mereka, Firdaus merasakan sesuatu yang berbeda dengan Humaira. Kalau dulu, isi suratnya mengenai ketidaksabaran menemui Firdaus, tetapi kini...cuma menasihati Firdaus supaya tidak meninggalkan sholat liwa waktu, jadi hamba Allah yang taat dan macam-macam lagi. Beberapa risalah bercorak Islam juga sering disertakan bersama suratnya
buat Firdaus.
Di tahun ketiga Humaira di universitas, Firdaus merasakan dirinya dan Humaira semakin jauh, tidak seperti dulu lagi. Dulu, meeka begitu mesra sekali tetapi sekarang...semuanya sepi, beku dan kaku! Setiap kali Firdaus menelepon Humaira, jarang dia dapat berbicara sendiri dengan Humaira. Kalau dapat pun tiada lagi tawa riang macam dulu, malah semuanya serius! "Kenapa ?"
bisik hati kecil Firdaus.
Firdaus mencoba menelepon Humaira lagi pada suatu ketika dengan harapan semoga Humaira sudi keluar bersamanya karena dia telah begitu rindu kepada Humaira.
"Assalamu'alaikum," bunyi suara yang menyambut telepon. Firdaus merasa pasti bahwa itu suara Humaira yang dirindukannya. "Humaira ?" tanya Firdaus tanpa menjawab salam yang diberi. "Ya, Humaira di sini, siapa ini ?" tanya
Humaira. "Hai...tunangan sendiri pun sudah tak kenal ?" kata Firdaus dengan nada merajuk. "Oh!...Firdaus,"jawab Humaira agak kaget. "Fir ingin mengajak Humaira ke Restoran Jamilah, tempat kita selalu makan dulu, Fir akan jemput Humaira jam 8 malam ini, OK ?" kata Firdaus penuh harapan.
"Maaf, Fir, Humaira agak sibuk sekarang," balas Humaira. "Hai! Tak ingin ketemu tunangan sendiri lagi ? Tak ingin seperti orang lain atau seperti kita sewaktu di awal-awal pertunangan dahulu ? Ada apa dengan engkau, Humaira? Kau selalu menolak ajakan Fir dengan alasan yang bermacam-macam," keluh Firdaus dengan suara yang agak keras.
"Begini, Fir...sebenarnya antara kita masih belum ada apa-apa ikatan yang sah, cuma bertunangan dan bertunangan juga tidak boleh dijadikan tiket untuk kita berdua-duaan tanpa mahram dan hukumnya adalah haram," kata Humaira
menjelaskan alasan kenapa dia enggan memenuhi ajakan Firdaus. "Wah! Wah!
Wah...! Sejak kapan engkau jadi ustadzah nih ? Setahu Fir, Humaira sekolah ambil jurusan Ekonomi, bukan Syari'ah atau Ushuluddin," kata Firdaus sekali lagi dengan nada kesal.
"Ini bukan masalah ustadzah atau bukan ustadzah, Fir...tetapi, setiap orang Islam mesti mengetahui halal dan haramnya sebelum melakukan sesuatu agar tidak dimurkai Allah SWT. Maaf, Fir...Humaira tak dapat memenuhi permintaan Fir untuk keluar berdua. Humaira rasa lebih baik Fir berjumpa dengan keluarga Humaira jika ada hal yang hendak dibincangkan," jelas Humaira
dengan harapan Firdaus memahaminya.
"Ah! Sudahlah Humaira, aku sudah bosan dengan engkau, itu tak boleh...ini haram...itu haram. Mulai hari ini antara kita telah putus dan tiada apa-apa ikatan lagi," sambung Firdaus marah.
"Fir, bukan itu maksud Humaira," kata Humaira yang agak terkejut dengan keputusan Firdaus. "Ya, Humaira...aku rasa lebih baik kita putuskan saja tali pertunangan kita ini karena antara kita sudah tiada penyesuaian lagi,
pergilah kau dengan da'wahmu dan biarkan aku dengan cara hidupku," kata Firdaus penuh ego.
Suasana sepi seketika, Firdaus tahu Humaira terkejut dengan keputusan dan kekerasan kata-katanya. "Fir," Humaira memulai lagi kata-katanya.
"Andai itu sudah menjadi keputusan Fir, apa boleh buat, cuma do'a Humaira semoga suatu hari nanti Allah membuka hati Fir dan menjadi hamba-Nya yang ta'at dan sama-sama dalam perjuangan Islam yang suci," kata Humaira tenang.
"Selamat tinggal Humaira!" kata Firdaus memutuskan percakapan sambil menghe
Hembusan bayu yang dingin bersama lautan yang membisu petang itu menyebabkan seorang usahawan muda, Firdaus namanya, mengenang kembali kisah silamnya yang penuh suka duka.
Humaira......begitulah nama seorang gadis yang amat dikasihinya 10 tahun lalu yang kini hanya tinggal kenangan.
Waktu pemeriksaan ujian masuk universitas yang akan mereka masuki itu hanya tinggal dua hari saja. Mereka telah berjanji untuk bersama-sama meneruskan pelajaran di sana dan bersama-sama memperoleh hasil yang cemerlang ke menara gading, impian mereka selama ini. Walaupun begitu, betullah kata pepatah, "Kusangkap panas sampai petang, rupanya hujan di tengah hari," bisik hati kecil Firdaus ketika mendapati dirinya gagal mendapat tempat di menara gading itu sedangkan Humaira berhasil dengan gemilang.
"Humairah...," kata Firdaus perlahan petang itu. "Sesungguhnya ada satu hal yang hendak Fir sampaikan dan semoga Humaira tidak mengecewakan Fir." Humaira yang tadinya masih dalam sedu sedan tangisnya karena kegagalan Firdaus, tiba-tiba terhenti lalu memandang wajah Firdaus dengan penuh keheranan.
"Sebenarnya, telah lama kusimpan perasaan ini, namun demi pelajaran kita dulu, kusimpan ia hingga hari ini. Humaira...sebelum kau ke menara gading, ingin kunyatakan bahwa aku terlalu menyayangi dirimu teman hidupku," kata Firdaus penuh harapan.
"Fir...apakah kata-kata itu datang dari hati Fir yang ikhlas ?" tanya Humaira ingin mendapatkan kepastian. "Ya, Humaira, semoga Humaira tidak mengecewakan Fir," sambung Firdaus lagi. Humaira tunduk malu tanda setuju.
Mereka pun mengikat tali pertunangan setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak keluarga dan akan melangsungkan perkawinan tiga tahun lagi, setelah Humaira menamatkan belajarnya di universitas.
Dalam usia setahun pertunangan mereka, hanya surat dan telefon yang menjadi penghubung antara mereka dan bertemu bila Humaira pulang liburan.
Masuk tahun kedua pertunangan mereka, Firdaus merasakan sesuatu yang berbeda dengan Humaira. Kalau dulu, isi suratnya mengenai ketidaksabaran menemui Firdaus, tetapi kini...cuma menasihati Firdaus supaya tidak meninggalkan sholat liwa waktu, jadi hamba Allah yang taat dan macam-macam lagi. Beberapa risalah bercorak Islam juga sering disertakan bersama suratnya
buat Firdaus.
Di tahun ketiga Humaira di universitas, Firdaus merasakan dirinya dan Humaira semakin jauh, tidak seperti dulu lagi. Dulu, meeka begitu mesra sekali tetapi sekarang...semuanya sepi, beku dan kaku! Setiap kali Firdaus menelepon Humaira, jarang dia dapat berbicara sendiri dengan Humaira. Kalau dapat pun tiada lagi tawa riang macam dulu, malah semuanya serius! "Kenapa ?"
bisik hati kecil Firdaus.
Firdaus mencoba menelepon Humaira lagi pada suatu ketika dengan harapan semoga Humaira sudi keluar bersamanya karena dia telah begitu rindu kepada Humaira.
"Assalamu'alaikum," bunyi suara yang menyambut telepon. Firdaus merasa pasti bahwa itu suara Humaira yang dirindukannya. "Humaira ?" tanya Firdaus tanpa menjawab salam yang diberi. "Ya, Humaira di sini, siapa ini ?" tanya
Humaira. "Hai...tunangan sendiri pun sudah tak kenal ?" kata Firdaus dengan nada merajuk. "Oh!...Firdaus,"jawab Humaira agak kaget. "Fir ingin mengajak Humaira ke Restoran Jamilah, tempat kita selalu makan dulu, Fir akan jemput Humaira jam 8 malam ini, OK ?" kata Firdaus penuh harapan.
"Maaf, Fir, Humaira agak sibuk sekarang," balas Humaira. "Hai! Tak ingin ketemu tunangan sendiri lagi ? Tak ingin seperti orang lain atau seperti kita sewaktu di awal-awal pertunangan dahulu ? Ada apa dengan engkau, Humaira? Kau selalu menolak ajakan Fir dengan alasan yang bermacam-macam," keluh Firdaus dengan suara yang agak keras.
"Begini, Fir...sebenarnya antara kita masih belum ada apa-apa ikatan yang sah, cuma bertunangan dan bertunangan juga tidak boleh dijadikan tiket untuk kita berdua-duaan tanpa mahram dan hukumnya adalah haram," kata Humaira
menjelaskan alasan kenapa dia enggan memenuhi ajakan Firdaus. "Wah! Wah!
Wah...! Sejak kapan engkau jadi ustadzah nih ? Setahu Fir, Humaira sekolah ambil jurusan Ekonomi, bukan Syari'ah atau Ushuluddin," kata Firdaus sekali lagi dengan nada kesal.
"Ini bukan masalah ustadzah atau bukan ustadzah, Fir...tetapi, setiap orang Islam mesti mengetahui halal dan haramnya sebelum melakukan sesuatu agar tidak dimurkai Allah SWT. Maaf, Fir...Humaira tak dapat memenuhi permintaan Fir untuk keluar berdua. Humaira rasa lebih baik Fir berjumpa dengan keluarga Humaira jika ada hal yang hendak dibincangkan," jelas Humaira
dengan harapan Firdaus memahaminya.
"Ah! Sudahlah Humaira, aku sudah bosan dengan engkau, itu tak boleh...ini haram...itu haram. Mulai hari ini antara kita telah putus dan tiada apa-apa ikatan lagi," sambung Firdaus marah.
"Fir, bukan itu maksud Humaira," kata Humaira yang agak terkejut dengan keputusan Firdaus. "Ya, Humaira...aku rasa lebih baik kita putuskan saja tali pertunangan kita ini karena antara kita sudah tiada penyesuaian lagi,
pergilah kau dengan da'wahmu dan biarkan aku dengan cara hidupku," kata Firdaus penuh ego.
Suasana sepi seketika, Firdaus tahu Humaira terkejut dengan keputusan dan kekerasan kata-katanya. "Fir," Humaira memulai lagi kata-katanya.
"Andai itu sudah menjadi keputusan Fir, apa boleh buat, cuma do'a Humaira semoga suatu hari nanti Allah membuka hati Fir dan menjadi hamba-Nya yang ta'at dan sama-sama dalam perjuangan Islam yang suci," kata Humaira tenang.
"Selamat tinggal Humaira!" kata Firdaus memutuskan percakapan sambil menghe
Selasa, 06 April 2010
Senin, 22 Maret 2010
JANGAN TAKUT BILANG CINTA
Jangan Takut Bilang Cinta
Tatkala usia terus merangkak naik sementara calon suami tak kunjung datang, segera keresahan mulai melanda. Pada masa-masa yang terbilang cukup rawan ini seringkali tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seorang muslimah yang 'kadung' dijadikan teladan dilingkungannya. Ada muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara pernikahan ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Atau bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.
Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Biasanya, ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang tidak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki shaleh yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "lelaki" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.
Haruskah terus menerus bersikap membohongi diri seperti contoh pertama diatas. Betapa lelahnya kita ketika harus berbuat seperti itu sementara seolah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu dan berharap semoga Allah segera mendatangkan pilihan-Nya. Atau masihkah tidak merasa malu untuk menghinakan diri dengan aksi over acting dan 'caper'.
Menurut Fauzil Adhim, banyaknya muslimah yang belum menikah di usianya yang sudah cukup rawan bukannya tidak siap, tetapi karena mereka tidak pernah mempersiapkan diri. Kesiapan disini, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk menerima calon yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebenarnya, meski jika ditilik kembali sesungguhnya lelaki tersebut sudah memiliki persyaratan yang 'sedikit' lebih dibanding lelaki biasa. Misalnya, setidaknya sholatnya benar, akhlaqnya baik, tidak berbuat syirik dan pergaulannya tidak jauh dari orang-orang shaleh. Artinya, lanjut Fauzil, tidak usah mematok kriteria terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya, sah-sah saja untuk melakukannya.
Pada keadaan tertentu, seringkali para muslimah seperti tidak berdaya mengatasi kelelahannya mencari -menunggu- jodoh. Padahal, ada satu hal yang boleh dan sah saja untuk dilakukan oleh seorang muslimah, yakni menawarkan diri untuk dipinang. Hanya saja, selain masih banyak yang malu-malu membicarakannya, banyak pula yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu, karena tidak pernah dicontohkan oleh para orang tua kita. Asalkan pada lelaki yang baik-baik, dalam pandangan Islam sah-sah saja wanita menawarkan diri untuk dipinang.
Senada dengan Fauzil Adhim, Ustadz Ihsan Tanjung dalam salah satu rubrik konsultasi keluarga pernah mengatakan, seorang muslimah sebaiknya mengungkapkan perasaannya -keinginannya untuk dilamar- kepada seorang lelaki shaleh yang menjadi pilihannya, ketimbang dia lebih mungkin terkena dosa zina hati karena terus menerus mengharapkan si lelaki tanpa kejelasan atau kepastian.
Hanya saja, yang mungkin perlu diperhatikan adalah seberapa tinggi daya tawar yang dimiliki oleh para muslimah itu ketika dia harus mengungkapkan perasaannya. Pertanyaan yang sering muncul adalah "seberapa pantas dirinya" saat meminta si lelaki untuk melamar dan menikahinya. Untuk hal ini, sepantasnya bukan kata-kata terlontar dari mulut untuk mengkhabarkan kepantasan diri. Namun, dengan mempertinggi kualitas keshalehahan tanpa mengagungkan kecantikan wajah, mengkedepankan akhlaq yang baik sebagai pakaian sehari-harinya disamping juga ia perlu membenahi penampilannya untuk sekedar meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga mata pandangannya untuk selalu bercermin kepada hati, karena disanalah cinta dapat berkembang.
Bagi mereka, Kepentingan menghaluskan wajah tidak mengalahkan kepentingannya untuk menghaluskan jiwanya, karena kecantikan yang murni justru terpancar dari jiwa yang cantik (inner beauty). Kecantikan seperti inilah yang senantiasa tumbuh sepanjang waktu. Jika hal-hal itu sudah dipersiapkan sebaik mungkin dan terpatri menjadi hiasan diri, maka melangkahlah untuk menjemput impian. Namun demikian, perlu juga rasanya untuk melatih menata hati dan berjiwa besar jika terpaksa harus bertepuk sebelah tangan atau menerima kenyataan diluar harapan. Wallahu a'lam bishshowaab (Bayu Gautama)
Tatkala usia terus merangkak naik sementara calon suami tak kunjung datang, segera keresahan mulai melanda. Pada masa-masa yang terbilang cukup rawan ini seringkali tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seorang muslimah yang 'kadung' dijadikan teladan dilingkungannya. Ada muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara pernikahan ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Atau bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.
Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Biasanya, ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang tidak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki shaleh yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "lelaki" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.
Haruskah terus menerus bersikap membohongi diri seperti contoh pertama diatas. Betapa lelahnya kita ketika harus berbuat seperti itu sementara seolah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu dan berharap semoga Allah segera mendatangkan pilihan-Nya. Atau masihkah tidak merasa malu untuk menghinakan diri dengan aksi over acting dan 'caper'.
Menurut Fauzil Adhim, banyaknya muslimah yang belum menikah di usianya yang sudah cukup rawan bukannya tidak siap, tetapi karena mereka tidak pernah mempersiapkan diri. Kesiapan disini, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk menerima calon yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebenarnya, meski jika ditilik kembali sesungguhnya lelaki tersebut sudah memiliki persyaratan yang 'sedikit' lebih dibanding lelaki biasa. Misalnya, setidaknya sholatnya benar, akhlaqnya baik, tidak berbuat syirik dan pergaulannya tidak jauh dari orang-orang shaleh. Artinya, lanjut Fauzil, tidak usah mematok kriteria terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya, sah-sah saja untuk melakukannya.
Pada keadaan tertentu, seringkali para muslimah seperti tidak berdaya mengatasi kelelahannya mencari -menunggu- jodoh. Padahal, ada satu hal yang boleh dan sah saja untuk dilakukan oleh seorang muslimah, yakni menawarkan diri untuk dipinang. Hanya saja, selain masih banyak yang malu-malu membicarakannya, banyak pula yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu, karena tidak pernah dicontohkan oleh para orang tua kita. Asalkan pada lelaki yang baik-baik, dalam pandangan Islam sah-sah saja wanita menawarkan diri untuk dipinang.
Senada dengan Fauzil Adhim, Ustadz Ihsan Tanjung dalam salah satu rubrik konsultasi keluarga pernah mengatakan, seorang muslimah sebaiknya mengungkapkan perasaannya -keinginannya untuk dilamar- kepada seorang lelaki shaleh yang menjadi pilihannya, ketimbang dia lebih mungkin terkena dosa zina hati karena terus menerus mengharapkan si lelaki tanpa kejelasan atau kepastian.
Hanya saja, yang mungkin perlu diperhatikan adalah seberapa tinggi daya tawar yang dimiliki oleh para muslimah itu ketika dia harus mengungkapkan perasaannya. Pertanyaan yang sering muncul adalah "seberapa pantas dirinya" saat meminta si lelaki untuk melamar dan menikahinya. Untuk hal ini, sepantasnya bukan kata-kata terlontar dari mulut untuk mengkhabarkan kepantasan diri. Namun, dengan mempertinggi kualitas keshalehahan tanpa mengagungkan kecantikan wajah, mengkedepankan akhlaq yang baik sebagai pakaian sehari-harinya disamping juga ia perlu membenahi penampilannya untuk sekedar meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga mata pandangannya untuk selalu bercermin kepada hati, karena disanalah cinta dapat berkembang.
Bagi mereka, Kepentingan menghaluskan wajah tidak mengalahkan kepentingannya untuk menghaluskan jiwanya, karena kecantikan yang murni justru terpancar dari jiwa yang cantik (inner beauty). Kecantikan seperti inilah yang senantiasa tumbuh sepanjang waktu. Jika hal-hal itu sudah dipersiapkan sebaik mungkin dan terpatri menjadi hiasan diri, maka melangkahlah untuk menjemput impian. Namun demikian, perlu juga rasanya untuk melatih menata hati dan berjiwa besar jika terpaksa harus bertepuk sebelah tangan atau menerima kenyataan diluar harapan. Wallahu a'lam bishshowaab (Bayu Gautama)
Selasa, 12 Januari 2010
Who's u?
Siapakah Anda?
Siapakah orang yang sibuk?
> Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.Siapakah Anda?
Siapakah orang yang sibuk?
> Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Siapakah orang yang sibuk?
> Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.Siapakah Anda?
Siapakah orang yang sibuk?
> Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.Siapakah orang yang manis senyumanya?
> Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
> Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
> Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
> Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
> Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
> Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
> Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
> Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ?
>Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
save palestina.